Sudah disesuaikan dengan praktik penulisan jurnal nasional (SINTA) dan internasional (Scopus) sehingga aman bagi reviewer.
1. IMRaD Framework – untuk Abstrak
(Introduction – Methods – Results – and – Discussion)
IMRaD adalah struktur paling umum dan diakui secara internasional untuk menulis abstrak artikel ilmiah. Tujuannya adalah menyajikan isi penelitian secara ringkas, logis, dan lengkap dalam satu paragraf.
Penjelasan tiap komponen:
-
Introduction
Menjelaskan latar belakang singkat, masalah utama, dan konteks penelitian. Biasanya 1–2 kalimat. -
Methods
Menguraikan pendekatan/metode penelitian, jenis data, subjek, atau teknik analisis utama yang digunakan. -
Results
Menyampaikan temuan utama penelitian, baik berupa peningkatan kinerja, perbandingan hasil, atau pola yang ditemukan. -
Discussion
Menjelaskan makna atau implikasi utama dari hasil penelitian tersebut.
Catatan reviewer:
-
Abstrak IMRaD memudahkan pembaca memahami keseluruhan penelitian tanpa membaca full paper.
-
Hampir semua jurnal bereputasi mengharuskan atau mengimplisitkan struktur ini.
2. CARD Framework – untuk Pendahuluan
(Context – Assessment/Articulation of Research Gap – Rationale – Direction/Design)
Framework CARD membantu menyusun pendahuluan yang kuat, fokus, dan meyakinkan reviewer.
Penjelasan tiap komponen:
-
Context
Menjelaskan konteks umum bidang penelitian, tren terkini, atau isu strategis (misalnya transformasi digital, AI, kesehatan). -
Assessment / Articulation of Research Gap
Mengidentifikasi kesenjangan penelitian dari studi-studi sebelumnya (apa yang belum dibahas, belum optimal, atau masih lemah). -
Rationale
Memberikan alasan ilmiah dan praktis mengapa gap tersebut penting untuk diteliti. -
Direction / Design
Menjelaskan tujuan penelitian, pertanyaan riset, atau pendekatan umum yang akan digunakan.
Catatan reviewer:
-
Bagian research gap adalah penentu utama lolos atau tidaknya desk review.
-
CARD membuat pendahuluan mengalir dari umum ke spesifik.
3. C.L.A.I.M Framework – untuk Tinjauan Pustaka
(Context – Literature Summary – Analysis – Identification of Gaps – Motivation)
Framework CLAIM digunakan untuk menyusun literature review yang kritis, bukan sekadar ringkasan.
Penjelasan tiap komponen:
-
Context
Menentukan tema atau domain kajian pustaka secara jelas. -
Literature Summary
Merangkum hasil utama penelitian terdahulu yang relevan. -
Analysis
Melakukan analisis kritis: membandingkan metode, data, hasil, dan kelemahan studi-studi tersebut. -
Identification of Gaps
Menunjukkan kekosongan, keterbatasan, atau inkonsistensi penelitian sebelumnya. -
Motivation / Mapping to Current Study
Mengaitkan gap tersebut dengan posisi dan kontribusi penelitian Anda.
Catatan reviewer:
-
CLAIM mencegah literature review menjadi deskriptif semata.
-
Sangat disukai jurnal Scopus karena menunjukkan kedewasaan akademik penulis.
4. P.A.S.T.E Framework – untuk Metodologi
(Population/Problem – Approach – Sampling/Study Design – Tools/Techniques – Evaluation)
PASTE membantu menulis metodologi yang lengkap, transparan, dan dapat direplikasi.
Penjelasan tiap komponen:
-
Population / Problem
Menjelaskan subjek penelitian atau masalah yang dikaji. -
Approach
Menyebutkan pendekatan penelitian (kuantitatif, kualitatif, eksperimen, machine learning, dsb.). -
Sampling / Study Design
Menjelaskan desain penelitian, teknik sampling, dan skenario eksperimen. -
Tools / Techniques
Menguraikan alat, software, algoritma, atau instrumen yang digunakan. -
Evaluation
Menjelaskan metode evaluasi, metrik kinerja, atau teknik validasi.
Catatan reviewer:
-
Reviewer sangat sensitif terhadap kelengkapan dan kejelasan metodologi.
-
PASTE membantu menghindari kritik “metode tidak jelas”.
5. S.I.R.F Framework – untuk Hasil & Pembahasan
(Summary of Results – Interpretation – Relation to Existing Literature – Future Implications)
Framework SIRF memastikan bahwa hasil penelitian tidak hanya ditampilkan, tetapi juga dimaknai.
Penjelasan tiap komponen:
-
Summary of Results
Ringkasan hasil utama (tabel, grafik, atau metrik penting). -
Interpretation
Penjelasan apa arti hasil tersebut, mengapa bisa terjadi. -
Relation to Existing Literature
Membandingkan hasil dengan penelitian sebelumnya (apakah konsisten, lebih baik, atau berbeda). -
Future Implications
Menjelaskan implikasi teoritis dan praktis, serta potensi penelitian lanjutan.
Catatan reviewer:
-
Banyak artikel ditolak karena hasil tidak didiskusikan secara ilmiah.
-
SIRF membuat diskusi lebih argumentatif dan berbasis literatur.
6. R.I.S.C Framework – untuk Kesimpulan
(Restatement of the Problem – Implications of Findings – Significance of the Study – Concluding Remarks)
RISC membantu menulis kesimpulan yang tajam, tidak repetitif, dan bernilai kontribusi.
Penjelasan tiap komponen:
-
Restatement of the Problem
Menegaskan kembali masalah utama penelitian secara singkat. -
Implications of Findings
Menyampaikan implikasi hasil penelitian terhadap praktik atau teori. -
Significance of the Study
Menjelaskan kontribusi ilmiah dan kebaruan penelitian. -
Concluding Remarks
Penutup yang kuat, bisa mencakup rekomendasi atau arah riset selanjutnya.
Catatan reviewer:
-
Kesimpulan bukan ringkasan ulang, tetapi penegasan kontribusi.
-
RISC membantu menutup artikel dengan kesan akademik yang kuat.
✨ Simpulan Umum
Keenam framework ini membentuk alur logis dan konsisten dari abstrak hingga kesimpulan, membantu penulis:
-
menulis lebih sistematis,
-
memperjelas kontribusi ilmiah,
-
dan meningkatkan peluang diterima jurnal bereputasi.


0 comments:
Posting Komentar