Kamis, 01 Januari 2026

Trik Menyusun Artikel Ilmiah - 6 Frameworks

 

Sudah disesuaikan dengan praktik penulisan jurnal nasional (SINTA) dan internasional (Scopus) sehingga aman bagi reviewer.

 

1. IMRaD Framework – untuk Abstrak

(Introduction – Methods – Results – and – Discussion)

IMRaD adalah struktur paling umum dan diakui secara internasional untuk menulis abstrak artikel ilmiah. Tujuannya adalah menyajikan isi penelitian secara ringkas, logis, dan lengkap dalam satu paragraf.

Penjelasan tiap komponen:

  1. Introduction
    Menjelaskan latar belakang singkat, masalah utama, dan konteks penelitian. Biasanya 1–2 kalimat.

  2. Methods
    Menguraikan pendekatan/metode penelitian, jenis data, subjek, atau teknik analisis utama yang digunakan.

  3. Results
    Menyampaikan temuan utama penelitian, baik berupa peningkatan kinerja, perbandingan hasil, atau pola yang ditemukan.

  4. Discussion
    Menjelaskan makna atau implikasi utama dari hasil penelitian tersebut.

Catatan reviewer:

  • Abstrak IMRaD memudahkan pembaca memahami keseluruhan penelitian tanpa membaca full paper.

  • Hampir semua jurnal bereputasi mengharuskan atau mengimplisitkan struktur ini.


2. CARD Framework – untuk Pendahuluan

(Context – Assessment/Articulation of Research Gap – Rationale – Direction/Design)

Framework CARD membantu menyusun pendahuluan yang kuat, fokus, dan meyakinkan reviewer.

Penjelasan tiap komponen:

  1. Context
    Menjelaskan konteks umum bidang penelitian, tren terkini, atau isu strategis (misalnya transformasi digital, AI, kesehatan).

  2. Assessment / Articulation of Research Gap
    Mengidentifikasi kesenjangan penelitian dari studi-studi sebelumnya (apa yang belum dibahas, belum optimal, atau masih lemah).

  3. Rationale
    Memberikan alasan ilmiah dan praktis mengapa gap tersebut penting untuk diteliti.

  4. Direction / Design
    Menjelaskan tujuan penelitian, pertanyaan riset, atau pendekatan umum yang akan digunakan.

Catatan reviewer:

  • Bagian research gap adalah penentu utama lolos atau tidaknya desk review.

  • CARD membuat pendahuluan mengalir dari umum ke spesifik.


3. C.L.A.I.M Framework – untuk Tinjauan Pustaka

(Context – Literature Summary – Analysis – Identification of Gaps – Motivation)

Framework CLAIM digunakan untuk menyusun literature review yang kritis, bukan sekadar ringkasan.

Penjelasan tiap komponen:

  1. Context
    Menentukan tema atau domain kajian pustaka secara jelas.

  2. Literature Summary
    Merangkum hasil utama penelitian terdahulu yang relevan.

  3. Analysis
    Melakukan analisis kritis: membandingkan metode, data, hasil, dan kelemahan studi-studi tersebut.

  4. Identification of Gaps
    Menunjukkan kekosongan, keterbatasan, atau inkonsistensi penelitian sebelumnya.

  5. Motivation / Mapping to Current Study
    Mengaitkan gap tersebut dengan posisi dan kontribusi penelitian Anda.

Catatan reviewer:

  • CLAIM mencegah literature review menjadi deskriptif semata.

  • Sangat disukai jurnal Scopus karena menunjukkan kedewasaan akademik penulis.


4. P.A.S.T.E Framework – untuk Metodologi

(Population/Problem – Approach – Sampling/Study Design – Tools/Techniques – Evaluation)

PASTE membantu menulis metodologi yang lengkap, transparan, dan dapat direplikasi.

Penjelasan tiap komponen:

  1. Population / Problem
    Menjelaskan subjek penelitian atau masalah yang dikaji.

  2. Approach
    Menyebutkan pendekatan penelitian (kuantitatif, kualitatif, eksperimen, machine learning, dsb.).

  3. Sampling / Study Design
    Menjelaskan desain penelitian, teknik sampling, dan skenario eksperimen.

  4. Tools / Techniques
    Menguraikan alat, software, algoritma, atau instrumen yang digunakan.

  5. Evaluation
    Menjelaskan metode evaluasi, metrik kinerja, atau teknik validasi.

Catatan reviewer:

  • Reviewer sangat sensitif terhadap kelengkapan dan kejelasan metodologi.

  • PASTE membantu menghindari kritik “metode tidak jelas”.


5. S.I.R.F Framework – untuk Hasil & Pembahasan

(Summary of Results – Interpretation – Relation to Existing Literature – Future Implications)

Framework SIRF memastikan bahwa hasil penelitian tidak hanya ditampilkan, tetapi juga dimaknai.

Penjelasan tiap komponen:

  1. Summary of Results
    Ringkasan hasil utama (tabel, grafik, atau metrik penting).

  2. Interpretation
    Penjelasan apa arti hasil tersebut, mengapa bisa terjadi.

  3. Relation to Existing Literature
    Membandingkan hasil dengan penelitian sebelumnya (apakah konsisten, lebih baik, atau berbeda).

  4. Future Implications
    Menjelaskan implikasi teoritis dan praktis, serta potensi penelitian lanjutan.

Catatan reviewer:

  • Banyak artikel ditolak karena hasil tidak didiskusikan secara ilmiah.

  • SIRF membuat diskusi lebih argumentatif dan berbasis literatur.


6. R.I.S.C Framework – untuk Kesimpulan

(Restatement of the Problem – Implications of Findings – Significance of the Study – Concluding Remarks)

RISC membantu menulis kesimpulan yang tajam, tidak repetitif, dan bernilai kontribusi.

Penjelasan tiap komponen:

  1. Restatement of the Problem
    Menegaskan kembali masalah utama penelitian secara singkat.

  2. Implications of Findings
    Menyampaikan implikasi hasil penelitian terhadap praktik atau teori.

  3. Significance of the Study
    Menjelaskan kontribusi ilmiah dan kebaruan penelitian.

  4. Concluding Remarks
    Penutup yang kuat, bisa mencakup rekomendasi atau arah riset selanjutnya.

Catatan reviewer:

  • Kesimpulan bukan ringkasan ulang, tetapi penegasan kontribusi.

  • RISC membantu menutup artikel dengan kesan akademik yang kuat.


✨ Simpulan Umum

Keenam framework ini membentuk alur logis dan konsisten dari abstrak hingga kesimpulan, membantu penulis:

  • menulis lebih sistematis,

  • memperjelas kontribusi ilmiah,

  • dan meningkatkan peluang diterima jurnal bereputasi.

0 comments:

Posting Komentar