Pendahuluan: Mengapa Struktur Prompt itu Penting?
Gambar
ini menyajikan 16 kerangka kerja (framework) yang disebut "Prompt
Structures". Tujuannya adalah untuk membantu Anda membuat perintah
(prompt) yang lebih jelas, spesifik, dan kontekstual untuk ChatGPT.
Dengan memberikan instruksi yang lebih baik, Anda akan mendapatkan
respons yang jauh lebih akurat, relevan, dan sesuai dengan yang Anda
harapkan.
Pada dasarnya, semua kerangka kerja ini berpusat pada prinsip yang sama: Berikan AI konteks, peran, tugas yang jelas, dan format output yang diinginkan.
Penjelasan Lengkap 16 Struktur Prompt
Berikut adalah rincian dari setiap struktur, diurutkan seperti pada gambar:
1. APE
A - Action (Aksi): Tentukan pekerjaan atau aktivitas yang harus dilakukan.
P - Purpose (Tujuan): Jelaskan maksud atau tujuan di balik aksi tersebut.
E - Expectation (Ekspektasi): Sebutkan hasil akhir yang Anda inginkan.
Kapan Menggunakannya: Sangat baik untuk tugas-tugas yang lugas dan langsung, di mana Anda ingin AI memahami "mengapa" di balik permintaan Anda.
Contoh Prompt APE:
(Aksi) Buatkan saya draf email.
(Tujuan) Tujuannya adalah untuk menindaklanjuti klien potensial setelah pertemuan pertama kami.
(Ekspektasi)
Saya ingin emailnya singkat, profesional, dan ramah, serta mengingatkan
mereka tentang poin-poin utama yang kami diskusikan dan mengajak untuk
pertemuan berikutnya.
2. TAG
T - Task (Tugas): Definisikan tugas spesifik yang harus diselesaikan.
A - Action (Aksi): Jelaskan apa yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan tugas itu.
G - Goal (Sasaran): Terangkan tujuan akhir atau sasaran yang ingin dicapai.
Kapan Menggunakannya: Mirip dengan APE, tetapi lebih fokus pada pemecahan tugas menjadi langkah-langkah aksi yang lebih konkret.
Contoh Prompt TAG:
(Tugas) Tugasmu adalah membuat rangkuman dari artikel ini [sisipkan teks artikel].
(Aksi)
Aksi yang perlu kamu lakukan adalah mengidentifikasi 5 poin kunci dan
menuliskannya dalam format daftar berpoin (bullet points).
(Sasaran) Sasarannya adalah agar saya bisa memahami inti artikel dalam waktu kurang dari 2 menit.
3. COAST
C - Context (Konteks): Atur panggung atau latar belakang percakapan.
O - Objective (Objektif): Jelaskan tujuan atau sasaran yang ingin dicapai.
A - Actions (Aksi): Rincikan tindakan-tindakan yang perlu dilakukan.
S - Scenario (Skenario): Gambarkan situasi spesifik yang sedang terjadi.
T - Task (Tugas): Definisikan tugas akhir yang harus dikerjakan.
Kapan Menggunakannya: Sempurna untuk permintaan yang kompleks atau berbasis skenario, seperti simulasi atau pemecahan masalah.
Contoh Prompt COAST:
(Konteks) Anda adalah seorang Manajer Layanan Pelanggan di sebuah perusahaan e-commerce.
(Objektif) Tujuannya adalah untuk mempertahankan pelanggan dan mengubah pengalaman negatif menjadi positif.
(Aksi) Analisis keluhan, tunjukkan empati, tawarkan solusi yang adil.
(Skenario) Seorang pelanggan menerima produk yang rusak dan sangat kecewa.
(Tugas) Tuliskan respons email kepada pelanggan tersebut.
4. RACE
R - Role (Peran): Tentukan peran yang harus dimainkan oleh ChatGPT.
A - Action (Aksi): Rincikan tindakan yang perlu dilakukan.
C - Context (Konteks): Berikan detail yang relevan tentang situasinya.
E - Expectation (Ekspektasi): Jelaskan hasil yang diharapkan.
Kapan Menggunakannya: Sangat efektif ketika Anda ingin AI mengadopsi persona tertentu untuk menghasilkan konten dengan gaya yang spesifik.
Contoh Prompt RACE:
(Peran) Bertindaklah sebagai seorang copywriter berpengalaman untuk merek fashion mewah.
(Aksi) Tulis 3 opsi caption untuk postingan Instagram.
(Konteks) Postingan ini akan menampilkan produk tas tangan kulit terbaru kami yang menyasar wanita karir sukses.
(Ekspektasi) Caption harus terdengar elegan, eksklusif, dan menyoroti keunggulan material serta desainnya.
5. TRACE
T - Task (Tugas): Definisikan tugas spesifik.
R - Request (Permintaan): Jelaskan apa yang Anda minta secara spesifik.
A - Action (Aksi): Sebutkan tindakan yang perlu Anda lakukan (atau yang AI harus lakukan).
C - Context (Konteks): Berikan konteks atau situasi.
E - Example (Contoh): Berikan contoh untuk mengilustrasikan poin Anda.
Kapan Menggunakannya: Berguna ketika permintaan Anda cukup spesifik dan memberikan contoh dapat membantu memperjelas apa yang Anda inginkan.
Contoh Prompt TRACE:
(Tugas) Buat ide konten untuk media sosial.
(Permintaan) Saya minta 5 ide pilar konten untuk akun Instagram saya.
(Aksi) Ide-ide ini harus bisa dikembangkan menjadi berbagai format (gambar, video, stories).
(Konteks) Akun saya berfokus pada tips keuangan pribadi untuk para pekerja lepas (freelancer).
(Contoh) Sebagai contoh pilar konten: 'Manajemen Pajak untuk Freelancer'.
6. CREATE
C - Character (Karakter): Tentukan peran AI.
R - Request (Permintaan): Sebutkan secara spesifik apa yang Anda butuhkan.
E - Examples (Contoh): Berikan sampel untuk hasil yang lebih presisi.
A - Adjustments (Penyesuaian): Minta AI untuk memperbaiki prompt jika hasilnya kurang sempurna.
T - Type of Output (Jenis Output): Jelaskan format output yang diinginkan.
E - Extras (Tambahan): Masukkan instruksi unik lainnya.
Kapan Menggunakannya: Struktur yang sangat detail, cocok untuk tugas-tugas kreatif yang membutuhkan banyak penyesuaian dan spesifikasi.
Contoh Prompt CREATE:
(Karakter) Kamu adalah seorang penulis naskah komedi situasi (sitcom).
(Permintaan) Tuliskan dialog pendek antara dua karakter.
(Contoh) Karakter A selalu optimis, sementara Karakter B selalu pesimis. Seperti dialog antara Spongebob dan Squidward.
(Penyesuaian) Jika dialognya kurang lucu, coba tambahkan elemen ironi.
(Jenis Output) Formatnya harus seperti naskah drama standar (Nama Karakter: Dialog).
(Tambahan) Di akhir dialog, tambahkan satu punchline yang tak terduga.
7. ROSES
R - Role (Peran): Tentukan peran ChatGPT.
O - Objective (Objektif): Sebutkan tujuan atau sasaran.
S - Scenario (Skenario): Gambarkan situasinya.
E - Solution (Solusi): Tentukan hasil atau solusi yang diinginkan.
S - Steps (Langkah): Minta langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai solusi.
Kapan Menggunakannya: Ideal untuk pemecahan masalah yang membutuhkan rencana aksi langkah-demi-langkah.
Contoh Prompt ROSES:
(Peran) Anda adalah seorang konsultan produktivitas.
(Objektif) Membantu saya berhenti menunda-nunda pekerjaan penting.
(Skenario)
Saya seorang mahasiswa yang selalu mengerjakan tugas di menit-menit
terakhir, yang menyebabkan stres dan kualitas kerja yang buruk.
(Solusi) Solusi yang saya inginkan adalah sebuah rutinitas harian yang bisa saya ikuti.
(Langkah) Berikan saya langkah-langkah konkret untuk membangun rutinitas ini.
8. RISE
R - Role (Peran): Tentukan peran ChatGPT.
I - Input (Masukan): Jelaskan informasi atau sumber daya yang tersedia.
S - Steps (Langkah): Minta langkah-langkah yang detail.
E - Expectation (Ekspektasi): Jelaskan hasil yang diinginkan.
Kapan Menggunakannya: Baik digunakan ketika Anda memiliki data atau informasi awal yang perlu diproses oleh AI untuk menghasilkan sesuatu.
Contoh Prompt RISE:
(Peran) Kamu adalah seorang perencana perjalanan (travel planner).
(Masukan) Saya punya anggaran Rp 5 juta, waktu 4 hari 3 malam, dan ingin pergi ke Yogyakarta. Saya suka wisata budaya dan kuliner.
(Langkah) Buatkan rencana perjalanan (itinerary) hari demi hari.
(Ekspektasi) Rencana perjalanan harus mencakup rekomendasi tempat, perkiraan biaya harian, dan saran transportasi.
9. CRISPE
C - Capacity (Kapasitas): Tentukan peran dan keahlian ChatGPT.
I - Insight (Wawasan): Minta wawasan, struktur, atau detail informasi.
S - Statement (Pernyataan): Sebutkan apa yang ingin Anda lakukan atau capai.
P - Personality (Personalitas): Jelaskan nada, suara, dan gaya yang Anda inginkan.
E - Experiment (Eksperimen): Minta AI untuk memberikan beberapa versi yang berbeda.
Kapan Menggunakannya: Struktur yang sangat kuat untuk pembuatan konten yang mendalam dan butuh variasi, seperti artikel blog atau draf penting.
Contoh Prompt CRISPE:
(Kapasitas) Bertindaklah sebagai ahli strategi konten dan SEO.
(Wawasan) Berikan saya struktur kerangka artikel blog yang lengkap.
(Pernyataan) Saya ingin menulis artikel dengan topik "Cara Memulai Investasi Saham untuk Pemula".
(Personalitas) Gunakan gaya bahasa yang sederhana, mendidik, dan memotivasi.
(Eksperimen) Berikan tiga opsi judul artikel yang berbeda dan menarik.
10. CARE
C - Context (Konteks): Atur panggung atau konteks untuk diskusi.
A - Action (Aksi): Jelaskan apa yang ingin Anda lakukan.
R - Result (Hasil): Jelaskan hasil yang diinginkan.
E - Example (Contoh): Berikan contoh untuk mengilustrasikan.
Kapan Menggunakannya: Mirip TRACE, ini adalah kerangka kerja serbaguna yang baik untuk permintaan sehari-hari yang butuh sedikit kejelasan ekstra.
Contoh Prompt CARE:
(Konteks) Saya sedang mempersiapkan presentasi untuk rapat tim mingguan.
(Aksi) Saya perlu membuat 3 poin utama untuk meringkas progres proyek "Alpha".
(Hasil) Hasilnya harus berupa poin-poin singkat dalam format bullet points yang mudah dipahami.
(Contoh)
Misalnya: "Pencapaian: Desain UI selesai 100%. Tantangan: Keterlambatan
dari tim backend. Langkah Selanjutnya: Rapat sinkronisasi besok."
11. STEER
S - Statement (Pernyataan): Buat pernyataan tentang topik.
T - Type (Jenis): Tentukan jenis atau kategori informasi yang Anda butuhkan.
E - Examples (Contoh): Berikan contoh yang terkait dengan topik.
E - Explanation (Penjelasan): Minta penjelasan atau analisis mendalam.
R - Results (Hasil): Minta hasil potensial atau implikasi.
Kapan Menggunakannya: Sangat baik untuk riset, analisis, atau ketika Anda ingin mengeksplorasi suatu topik secara mendalam.
Contoh Prompt STEER:
(Pernyataan) Penggunaan kecerdasan buatan (AI) di bidang pendidikan semakin meningkat.
(Jenis) Saya butuh informasi tentang dampak positif dan negatifnya.
(Contoh) Contohnya seperti penggunaan AI untuk personalisasi pembelajaran atau potensi AI menyebabkan kecurangan.
(Penjelasan) Tolong jelaskan secara mendalam bagaimana AI dapat mengubah peran guru.
(Hasil) Apa hasil jangka panjang yang paling mungkin terjadi pada sistem pendidikan global?
12. CREO
C - Context (Konteks): Atur adegan atau konteks untuk pertanyaan Anda.
R - Request (Permintaan): Buat permintaan atau pertanyaan spesifik Anda.
E - Explanation (Penjelasan): Berikan latar belakang atau detail yang diperlukan.
O - Outcome (Hasil): Jelaskan hasil atau informasi yang Anda cari.
Kapan Menggunakannya: Berguna untuk mengajukan pertanyaan yang butuh jawaban spesifik, bukan pembuatan konten.
Contoh Prompt CREO:
(Konteks) Saya sedang belajar tentang sejarah Roma Kuno.
(Permintaan) Apa penyebab utama runtuhnya Republik Romawi?
(Penjelasan) Saya sudah tahu tentang Julius Caesar, tapi saya butuh pemahaman tentang faktor ekonomi dan sosial yang lebih luas.
(Hasil) Saya mencari penjelasan yang merangkum 3-4 faktor utama dengan deskripsi singkat untuk masing-masing.
13. SPOT
S - Situation (Situasi): Jelaskan situasi atau konteks saat ini.
P - Problem (Masalah): Jelaskan tantangan atau masalah spesifik.
O - Options (Opsi): Minta beberapa solusi atau opsi yang memungkinkan.
T - Takeaway (Poin Kunci): Minta poin kunci atau rekomendasi.
Kapan Menggunakannya: Ideal untuk brainstorming solusi atau mencari jalan keluar dari suatu masalah.
Contoh Prompt SPOT:
(Situasi) Tim saya yang bekerja dari jarak jauh (remote) terlihat kurang termotivasi akhir-akhir ini.
(Masalah) Produktivitas menurun dan partisipasi dalam rapat sangat rendah.
(Opsi) Berikan saya 3 opsi kegiatan team-building virtual yang bisa meningkatkan semangat tim.
(Poin Kunci) Mana di antara opsi tersebut yang paling direkomendasikan untuk tim yang sibuk?
14. PAIN
P - Problem (Masalah): Jelaskan masalah atau tantangan yang Anda hadapi.
A - Action (Aksi): Minta solusi atau tindakan spesifik.
I - Information (Informasi): Minta informasi atau detail yang relevan.
N - Next Steps (Langkah Berikutnya): Tanyakan tentang langkah-langkah yang direkomendasikan selanjutnya.
Kapan Menggunakannya: Mirip dengan SPOT, tetapi lebih berorientasi pada rencana aksi dan informasi pendukung.
Contoh Prompt PAIN:
(Masalah) Website bisnis kecil saya tidak mendapatkan banyak pengunjung dari Google.
(Aksi) Berikan saya strategi SEO dasar untuk pemula.
(Informasi) Apa saja alat (tools) gratis yang bisa saya gunakan untuk riset kata kunci?
(Langkah Berikutnya) Apa tiga langkah pertama yang harus saya lakukan minggu ini?
15. RTF
R - Role (Peran): Tentukan peran ChatGPT.
T - Task (Tugas): Jelaskan tugas yang harus dilakukan.
F - Format (Format): Jelaskan format output yang diinginkan.
Kapan Menggunakannya: Kerangka kerja yang sangat sederhana dan efektif ketika format output adalah hal yang paling penting.
Contoh Prompt RTF:
(Peran) Kamu adalah seorang analis data.
(Tugas) Dari data penjualan berikut [sisipkan data], identifikasi 3 produk dengan penjualan tertinggi bulan lalu.
(Format) Sajikan hasilnya dalam format tabel Markdown.
16. ERA
E - Expectation (Ekspektasi): Jelaskan hasil yang diinginkan.
R - Role (Peran): Tentukan peran ChatGPT.
A - Action (Aksi): Tentukan tindakan spesifik yang perlu diambil.
Kapan Menggunakannya: Versi sederhana dari RACE, di mana Anda langsung menyatakan hasil yang diharapkan di awal.
Contoh Prompt ERA:
(Ekspektasi) Saya ingin mendapatkan ringkasan buku "Atomic Habits" dalam 5 poin utama.
(Peran) Bertindaklah sebagai seseorang yang sudah membaca dan memahami buku tersebut secara mendalam.
(Aksi) Jelaskan setiap poin utama dan berikan satu contoh praktis untuk masing-masing.
Kesimpulan
Anda
tidak perlu menghafal semua 16 struktur ini. Cukup pahami prinsip
dasarnya: semakin spesifik dan kaya konteks prompt Anda, semakin baik
respons yang akan Anda dapatkan. Mulailah dengan struktur yang paling
Anda sukai (seperti APE, RACE, atau RTF yang sederhana) dan bereksperimenlah dari sana.
Contoh Penerapan 16 Struktur Prompt untuk Penelitian Dosen
1. APE (Action, Purpose, Expectation)
Struktur ini cocok untuk tugas yang jelas dengan tujuan akhir yang spesifik.
Contoh Prompt APE:
(Aksi) Tuliskan draf abstrak untuk artikel penelitian saya.
(Tujuan) Tujuannya adalah untuk mengajukan abstrak ini ke Konferensi Internasional tentang Pendidikan Tinggi.
(Ekspektasi)
Saya mengharapkan abstrak yang padat (maksimal 250 kata), akademis, dan
menyoroti kebaruan (novelty) dari temuan penelitian saya mengenai
penggunaan AI dalam evaluasi pembelajaran.
2. TAG (Task, Action, Goal)
Sangat baik untuk meringkas atau mengekstrak informasi penting.
Contoh Prompt TAG:
(Tugas) Rangkum artikel jurnal berikut ini [tempelkan teks artikel atau berikan tautan].
(Aksi) Identifikasi hipotesis utama, metodologi yang digunakan, temuan kunci, dan keterbatasan penelitian dalam artikel tersebut.
(Sasaran)
Tujuannya adalah agar saya bisa dengan cepat memahami inti dari artikel
ini untuk dimasukkan ke dalam tinjauan pustaka saya tanpa harus
membacanya berulang kali.
3. COAST (Context, Objective, Actions, Scenario, Task)
Ideal untuk situasi kompleks yang membutuhkan respons strategis, seperti membalas ulasan dari reviewer jurnal.
Contoh Prompt COAST:
(Konteks) Anda adalah seorang peneliti utama yang menerima masukan dari reviewer jurnal Q1.
(Objektif) Tujuannya adalah untuk merespons kritik dari Reviewer 2 secara profesional dan meyakinkan agar naskah saya diterima.
(Aksi) Akui masukan reviewer, berikan argumen balasan yang didukung data, jelaskan perbaikan yang telah dilakukan pada naskah.
(Skenario) Reviewer 2 menyatakan bahwa sampel penelitian saya terlalu kecil dan tidak representatif.
(Tugas) Buatkan draf surat balasan (response to reviewers) yang spesifik menanggapi komentar tentang ukuran sampel tersebut.
4. RACE (Role, Action, Context, Expectation)
Sempurna untuk menghasilkan tulisan dengan gaya atau persona tertentu, misalnya untuk proposal hibah.
Contoh Prompt RACE:
(Peran) Bertindaklah sebagai penulis proposal hibah penelitian yang sangat berpengalaman dan persuasif.
(Aksi) Tuliskan paragraf pembuka untuk bagian "Latar Belakang Masalah" dalam proposal saya.
(Konteks)
Proposal ini ditujukan untuk hibah penelitian kompetitif dari DIKTI.
Topik penelitiannya adalah "Dampak Ekonomi Digital terhadap UMKM di
Daerah Pedesaan".
(Ekspektasi)
Paragraf harus kuat, menyoroti urgensi masalah, didukung oleh data
(Anda bisa menggunakan data placeholder), dan mampu menarik perhatian
penilai hibah sejak awal.
5. TRACE (Task, Request, Action, Context, Example)
Berguna saat Anda ingin memperbaiki tulisan dan bisa memberikan contoh gaya yang diinginkan.
Contoh Prompt TRACE:
(Tugas) Bantu saya memperbaiki paragraf pendahuluan pada naskah saya.
(Permintaan) Saya ingin paragraf ini lebih menarik dan tidak terlalu kaku.
(Aksi) Ubah kalimat pembuka agar lebih provokatif atau dimulai dengan sebuah statistik yang mengejutkan.
(Konteks) Naskah ini adalah untuk jurnal di bidang ilmu sosial, yang pembacanya adalah akademisi lain.
(Contoh)
Saat ini paragrafnya dimulai dengan "Penelitian ini bertujuan
untuk...". Saya ingin sesuatu yang lebih seperti "Setiap tahun, jutaan
jam kerja hilang karena... Fenomena ini, yang dikenal sebagai X, menjadi
fokus utama penelitian kami."
6. CREATE (Character, Request, Examples, Adjustments, Type, Extras)
Struktur paling detail, cocok untuk brainstorming ide-ide riset yang inovatif.
Contoh Prompt CREATE:
(Karakter) Anda adalah seorang futuris dan inovator riset interdisipliner.
(Permintaan) Berikan saya 3 ide penelitian baru yang belum banyak dieksplorasi.
(Contoh)
Ide tersebut harus menggabungkan bidang keahlian saya (misalnya,
Linguistik) dengan teknologi yang sedang tren (misalnya, Large Language
Models seperti GPT). Contohnya seperti "Analisis bias gender dalam
output LLM berbahasa Indonesia".
(Penyesuaian) Jika ide terlalu luas, persempit fokusnya ke konteks pendidikan tinggi di Indonesia.
(Jenis Output) Sajikan dalam bentuk daftar berpoin, masing-masing ide mencakup: Judul, Rumusan Masalah, dan Metode yang Disarankan.
(Tambahan) Untuk setiap ide, tambahkan satu potensi dampak praktis dari penelitian tersebut.
7. ROSES (Role, Objective, Scenario, Solution, Steps)
Sangat baik untuk perencanaan dan pemecahan masalah dalam manajemen proyek riset.
Contoh Prompt ROSES:
(Peran) Anda adalah seorang manajer proyek penelitian senior.
(Objektif) Membantu saya menyusun rencana untuk mengatasi keterlambatan dalam proyek penelitian saya.
(Skenario)
Proyek penelitian saya berdurasi 1 tahun, sekarang sudah bulan ke-7,
namun proses pengumpulan data baru mencapai 40% dari target.
(Solusi) Solusi yang diinginkan adalah sebuah rencana aksi (action plan) yang realistis untuk 2 bulan ke depan.
(Langkah)
Berikan langkah-langkah konkret yang harus saya ambil, misalnya terkait
alokasi ulang tugas anggota tim, penggunaan alat bantu, dan jadwal
rapat progres.
8. RISE (Role, Input, Steps, Expectation)
Efektif ketika Anda memiliki data mentah yang perlu diolah atau dianalisis secara konseptual.
Contoh Prompt RISE:
(Peran) Anda adalah seorang peneliti kualitatif yang ahli dalam analisis tematik.
(Masukan)
Berikut adalah transkrip wawancara dengan tiga orang narasumber
mengenai pengalaman mereka menggunakan aplikasi belajar online
[tempelkan transkripnya di sini].
(Langkah) Bacalah transkrip tersebut dan identifikasi tema-tema utama yang muncul berulang kali dari ketiga narasumber.
(Ekspektasi)
Saya mengharapkan daftar 4-5 tema utama, masing-masing disertai dengan
deskripsi singkat dan 2-3 kutipan langsung dari transkrip sebagai bukti
pendukung.
9. CRISPE (Capacity, Insight, Statement, Personality, Experiment)
Cocok untuk tugas penulisan yang kompleks dan memerlukan interpretasi mendalam, seperti bagian "Pembahasan".
Contoh Prompt CRISPE:
(Kapasitas) Bertindaklah sebagai seorang akademisi senior di bidang Psikologi Pendidikan.
(Wawasan)
Berikan saya wawasan untuk menginterpretasikan temuan penelitian saya
berikut: "Ada korelasi negatif yang signifikan antara durasi penggunaan
media sosial dan nilai IPK mahasiswa".
(Pernyataan) Saya sedang menulis bagian "Pembahasan" (Discussion) dari artikel saya.
(Personalitas)
Gunakan gaya bahasa yang analitis, kritis, dan berwawasan, hubungkan
temuan saya dengan teori-teori yang ada (misalnya, Cognitive Load Theory
atau Attention Economy).
(Eksperimen)
Tawarkan dua sudut pandang yang berbeda untuk menjelaskan temuan ini:
satu dari perspektif kognitif, dan satu lagi dari perspektif perilaku.
10. CARE (Context, Action, Result, Example)
Kerangka kerja yang solid dan praktis untuk tugas-tugas persiapan, seperti membuat materi presentasi.
Contoh Prompt CARE:
(Konteks) Saya sedang mempersiapkan slide presentasi untuk seminar hasil penelitian.
(Aksi) Buatkan saya poin-poin utama untuk slide yang menjelaskan metodologi penelitian saya.
(Hasil) Saya butuh hasil dalam bentuk poin-poin yang ringkas dan jelas, cukup untuk satu slide saja.
(Contoh)
Misalnya: 1. Desain Penelitian: Studi Kasus Kualitatif. 2. Partisipan:
15 Dosen dari 3 Universitas. 3. Teknik Pengumpulan Data: Wawancara
Mendalam & Observasi. 4. Teknik Analisis Data: Analisis Tematik.
11. STEER (Statement, Type, Examples, Explanation, Results)
Sangat berguna untuk pendalaman teori atau tinjauan pustaka yang kritis.
Contoh Prompt STEER:
(Pernyataan) Saya menggunakan Teori Belajar Konstruktivisme sebagai landasan teori penelitian saya.
(Jenis) Saya butuh informasi mengenai kritik utama terhadap teori ini.
(Contoh)
Misalnya, kritik yang berkaitan dengan penerapannya di kelas dengan
jumlah siswa yang besar atau untuk siswa dengan motivasi rendah.
(Penjelasan) Tolong jelaskan secara mendalam argumen dari para ahli yang mengkritik teori ini.
(Hasil) Apa implikasi dari kritik-kritik tersebut terhadap desain intervensi pembelajaran yang akan saya kembangkan?
12. CREO (Context, Request, Explanation, Outcome)
Terbaik untuk menanyakan pertanyaan spesifik tentang metodologi atau konsep.
Contoh Prompt CREO:
(Konteks) Saya sedang merancang instrumen penelitian berupa kuesioner.
(Permintaan) Apa perbedaan mendasar antara validitas isi (content validity) dan validitas konstruk (construct validity)?
(Penjelasan) Saya perlu memahaminya untuk dapat menulis argumen justifikasi pemilihan metode validasi instrumen saya di Bab 3.
(Hasil) Saya mencari penjelasan yang jelas dan sederhana, disertai contoh konkret dalam konteks kuesioner tentang motivasi belajar.
13. SPOT (Situation, Problem, Options, Takeaway)
Sangat baik untuk brainstorming strategi pemecahan masalah terkait karir akademik.
Contoh Prompt SPOT:
(Situasi) Sebagai dosen, saya merasa kesulitan menyeimbangkan waktu antara mengajar, meneliti, dan pengabdian masyarakat.
(Masalah) Akibatnya, progres penelitian saya berjalan sangat lambat.
(Opsi) Berikan saya tiga opsi strategi manajemen waktu yang terbukti efektif untuk akademisi.
(Poin Kunci)
Dari ketiga opsi tersebut, berikan rekomendasi mana yang paling cocok
untuk dosen di awal karir yang masih membangun rekam jejak penelitian.
14. PAIN (Problem, Action, Information, Next Steps)
Fokus pada solusi praktis dan langkah-langkah selanjutnya.
Contoh Prompt PAIN:
(Masalah) Saya kesulitan menemukan kolaborator penelitian yang cocok di luar institusi saya.
(Aksi) Berikan saya draf email yang bisa saya gunakan untuk mengajak seorang profesor dari universitas lain untuk berkolaborasi.
(Informasi) Platform online apa (selain LinkedIn) yang efektif untuk mencari profil akademisi lain berdasarkan bidang riset?
(Langkah Berikutnya) Apa langkah selanjutnya yang harus saya siapkan setelah mengirim email perkenalan tersebut?
15. RTF (Role, Task, Format)
Sederhana dan langsung, sangat efektif untuk tugas yang mementingkan format output.
Contoh Prompt RTF:
(Peran) Anda adalah seorang editor jurnal akademik yang teliti.
(Tugas)
Saya memiliki daftar pustaka yang formatnya masih acak. Tolong ubah
semua referensi berikut ke dalam format APA 7th Edition. [Tempelkan
daftar pustaka di sini].
(Format) Hasilnya harus berupa daftar yang diurutkan secara alfabetis berdasarkan nama belakang penulis pertama dan menggunakan hanging indent.
16. ERA (Expectation, Role, Action)
Memulai dengan hasil akhir yang diinginkan, cocok untuk tugas formulasi ide yang terstruktur.
Contoh Prompt ERA:
(Ekspektasi) Saya ingin mendapatkan tiga rumusan masalah penelitian (research questions) yang tajam dan dapat diteliti.
(Peran) Bertindaklah sebagai seorang metodolog penelitian senior.
(Aksi)
Berdasarkan topik umum saya, yaitu "Penerapan Gamifikasi untuk
Meningkatkan Keterlibatan Mahasiswa dalam Pembelajaran Daring",
formulasikan tiga pertanyaan tersebut. Pastikan ada campuran pertanyaan
deskriptif dan kausal.